Rabu, 16 Desember 2009

KEMAJUAN ELEKTRONIK UNTUK KEBUTUHAN KOMUNIKASI (Media Cetak, Majalah, dan Surat Kabar)

PENDAHULUAN

Dewasa ini kehadiran elektronika sangat membantu manusia dalam berkomunikasi. Dengan kemajuan elektronik, manusia bisa lenih mudah berkomunikasi, lebih efisien, dan lebih cepat.

Di zaman sekarang kita akan menghadapi aktivitas yang serba maya, seperti kantor maya, belanja maya dan pendidikan maya akan menjadi bagian hidup bagi manusia abad baru. Dalam kemajuan ini selalu ada kata ajaib “e” yang berarti elektronik, seperti e-commerce, e-mail, e-ticket, e-news dan “e” lain-lainnya, yang menunjukkan ilmu elektronika memegang peranan penting dalam teknologi informasi dan kemajuan abad baru. Kegiatan akan banyak dilakukan dari rumah masing-masing melalui jaringan komunikasi komputer sehingga jumlah jaringan di dunia akan semakin bertambah jumlahnya dengan bandwidth yang makin lebar. Jumlah pemakai internet ini yang sudah mencapai 300 juta pemakai menggambarkan adanya pasar maya di depan kita. Akibat dari perkembangan ini tentunya akan sangat mempengaruhi hubungan antar manusia.

PEMBAHASAN

Perkembangan teknologi memiliki banyak implikasi pada seluruh bidang kehidupan manusia. Perkembangan teknologi yang begitu pesat ikut mempengaruhi proses eksistensi media. Hal tersebut juga terjadi karena pola perkembangan manusia modern yang cenderung serba instan. Masyarakat pada era globalisasi sekarang ini lebih menggemari kebiasaan menonton daripada kebiasaan membaca. Mereka juga tidak lagi suka membeli surat kabar atau majalah, berganti dengan digandrunginya media elektronik yang menampilkan visualisasi konsep. Kebiasaan ini seiring dengan waktu menjadi perubahan budaya pada manusia.

Media massa sedikit banyak akan mengalami pergeseran atau revolusi ke arah yang lebih canggih. Mulai dari buku, majalah, surat kabar, atau media cetak lainnya tidak memakai kertas lagi karena kita bisa membacanya secara online. Sisi baiknya, tentu jangkauannya lebih luas dan cepat, interaksi tinggi, selalu up-date, dan cost yang dikeluarkan lebih sedikit. Tapi hal tersebut justru akan menurunkan angka minat baca masyarakat terhadap buku dan media cetak.

Media elektronik ikut melakukan perkembangan sesuai permintaan pasar. Perkembangan media elektronik dapat dilihat dalam berbagai bentuk. Bentuk TV digital mendapat kemajuan menjadi TV kabel dan situs Youtube yang fenomenal dalam hal video online merupakan salah satu dari beberapa bentuk perkembangan media elektronik tersebut. Pada dunia penyiaran televisi, perkembangan ini juga terasa pada segmentasi yang diterapkan TV swasta di Indonesia

RIWAYAT DAN SEJARAH PERKEMBANGAN KOMUNIKASI AWAL MANUSIA BERKOMUNIKASI

Komunikasi merupakan kebutuhan yang benar-benar pokok bagi kehidupan manusia baik untuk pertumbuhannya, maupun bagi keperluan mempertahankan kehidupan. Kemampuan manusia menciptakan bahasa sebagai alat untuk berkomunikasi merupakan suatu tonggak penting dalam kehidupan manusia. Akan tetapi, ditemukannya tulisan justru lebih penting lagi, karena sejak itu manusia tidak lagi hanya mengandalkan daya ingat mereka semata, tapi telah mampu untuk menembus batasan tersebut. Setiap tonggak perkembangan teknologi komunikasi berkaitan erat dengan riwayat aktivitas kehidupan umat manusia. Dengan adanya tulisan telah menyebabakan kehidupan manusia menjadi lebih luas perkembgannya.


PERKEMBANGAN TEKNOLOGI MEDIA CETAK

Perkembangan media diawali dengan munculnya media cetak. Inovasi teknologi media memunculkan persaingan yang mengakibatkan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Hal ini turut membawa perubahan sosial masyarakat.

Perkembangan teknologi media juga turut mempengaruhi format atau bentuk-bentuk yang muncul di media. Misalkan, dalam bidang periklanan. Dulu, ketika teknologi media cetak belum berkembang, suatu iklan produk dibuat dengan menggunakan teknologi mesin tik, sedangkan gambar-gambar iklan produk tersebut dibuat secara manual dengan menggunakan pena. Bagaimana dengan sekarang? Perkembangan teknologi sekarang memudahkan orang untuk membuat iklan dengan lebih atraktif. Menggunakan teknologi komputer, iklan suatu produk dapat didesain dengan menggunakan grafis dan dicetak menggunakan printer. Akan tetapi, perkembangan teknologi tidak mempengaruhi isi dari apa yang muncul di media. Misalkan, bagaimana isi berita atau iklan tidak ada yang berubah, kecuali bentuk atau formatnya.

Penemuan Johannes Gutenberg pada tahun 1455 membawa perubahan signifikan bagi masyarakat, terutama Eropa pada saat itu. Perkembangan media cetak, terutama dalam pembuatan buku, terasa lebih mudah dan murah. Selain itu, buku-buku tidak perlu ditulis ulang dengan waktu yang sangat lama. Dengan begitu, ilmu pengetahuan menjadi lebih cepat berkembang. Karena buku-buku catatan lebih mudah didapatkan masyarakat dan pendidikan pun mejadi lebih merata. Dunia percetakan yang berkembang ini juga mempengaruhi penyebaran agama karena jumlah ketersediaan kitab-kitab suci yang makin banyak. Selain itu, sirkulasi informasi seputar bidang sosial, ekonomi, dan politik juga meningkat seiring dengan perkembangan teknologi percetakan.

Perkembangan teknologi media cetak berkaitan dengan perkembangan media cetak itu sendiri seperti surat-surat kabar, koran, majalah, dll. Munculnya majalah-majalah bertemakan politik mewarnai peristiwa Revolusi Amerika saat itu, dan peristiwa-peristiwa penting lainnya yang mempengaruhi sejarah kehidupan masyarakat. Isi dari media cetak memang sejak dulu –hingga kini- banyak dipengaruhi oleh berbagai isu penting mengenai peristiwa yang terjadi. Hal inilah yang memunculkan jurnalisme media cetak. Pada akhirnya, perkembangan media cetak seperti majalah tidak melulu berisikan dunia perpolitikan, namun juga tentang kesenian, kebudayaan, cerita pendek, kesusasteraan, atau artikel-artikel opini. Sebagian dari majalah yang terbit sejak zaman dulu, masih ada yang bertahan hingga kini karena kepercayaan masyarakat atas kualitas isi media.

Surat kabar atau biasa disebut koran merupakan salah satu media jurnalisme cetak berisikan artikel-artikel yang memuat tulisan tentang peristiwa atau berita penting terhangat seputar kehidupan manusia. Kadang-kadang terdapat artikel tertentu pada koran yang isinya mengkritik pemerintahan, entah itu kinerja pemerintah atau baik-buruknya sistem pemerintahan dijalankan. Pada zaman dahulu ketika belum ada freedom of the press dan freedom of the speech, pemerintah begitu mengawasi isi media. Kritik-kritik terhadap pemerintah yang dimuat di artikel akan ditanggapi dengan pemberedelan surat kabar yang memuat tulisan atau penangkapan sang jurnalis. Karena mengkritik pemerintah dianggap merupakan suatu tindakan kriminal. Namun justru artikel-artikel yang memuat kritikan itulah yang dapat membuka mata masyarakat sehingga memungkinkan terjadinya revolusi. Tidak hanya kritikan surat kabar yang bisa mendapat kecaman dari pemerintah, tapi juga tulisan-tulisan yang memuat dokumen-dokumen penting yang bisa jadi merupakan bukti bagaimana kinerja pemerintah, berbagai skandal dan korupsi pemerintah, atau strategi yang dijalankan pemerintah untuk tujuan tertentu, kesemuanya dipaparkan sesuai dengan dokumen yang dimiliki oleh surat kabar. Berbagai peristiwa penting dunia juga turut mempengaruhi ideologi jurnalisme suatu surat kabar. Perang dingin antara Amerika Serikat yang mengusung liberalisme dengan Uni Soviet dengan paham komunismenya memecah belah berbagai negara di dunia menjadi tiga kubu, yaitu Blok Barat, Blok Timur, dan Blok Netral. Bagaimana isi stau tampilan msing-masing surat kabar pun berbeda tergantung dari ideologi yang diusung oleh surat kabar tersebut.

Perkembangan teknologi media cetak memang memudahkan masyarakat untuk mendapat informasi, namun di satu sisi juga memunculkan suatu masalah baru. Ideologi liberalisme yang berkembang melahirkan adanya freedom of the press, freedom of the speech, dan freedom of expression. Dengan begitu isi dari media yang muncul tidak dapat dikontrol. Padahal media sering memuat peristiwa-peristiwa yang terkait isu-isu penting yang sensitif, seperti agama, suku, dan ras. Selain itu, hal-hal yang dianggap tabu oleh masyarakat, seperti yang berbau seksual misalkan, lebih mudah diakses oleh anak-anak di bawah umur.

Jurnalisme media cetak mencapai puncak kejayaannya ketika berbagai majalah dan surat kabar mulai menyertakan fotografi di halamannya untuk menguatkan isi berita yang dimuat. Dengan begitu audience yang menjadi sasaran mereka pun meluas. Hingga pada akhirnya muncul teknologi televisi yang memunculkan jurnalisme media siar sehingga menggeser posisi media cetak.

Sebuah perusahaan surat kabar biasanya akan mendapat untung besar jika terdapat tulisan yang memungkinkan menjadi sesuatu yang sensational, atau berpeluang menjadi ‘ramai’ dibicarakan. Peristiwa-peristiwa kriminal, berbagai skandal pemerintah, bencana yang dialami manusia, informasi selebriti, merupakan berita-berita yang sangat sering meramaikan kolom-kolom surat kabar, bahkan hingga di era modern seperti saat ini. Surat kabar juga meliputi berita-berita lokal, nasional, maupun internasional, serta mencakup editorial, opini, kritikan, atau komentar-komentar dari pembaca. Masalahnya adalah jumlah audience dari surat kabar justru menurun di level usia yang lebih rendah. Biasanya anak-anak, remaja, atau anak-anak muda pada umumnya lebih menyukai membaca majalah atau menonton televisi daripada membaca surat kabar.

Sebagai salah satu media massa yang modern, majalah sekarang lebih fokus pada audience yang telah tersegmentasi menurut kepentingan atau interest masing-masing, misalkan majalah olahraga, majalah remaja, majalah khusus wanita, majalah otomotif, majalah bisnis-ekonomi, dsb.

Setiap penemuan teknologi media tentunya memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi. Kelebihan dari perkembangan teknologi media cetak, surat kabar khususnya, yaitu dapat meningkatkan pendidikan masyarakat, menurunkan jumlah buta huruf, pendapatan dan kualitas hidup pun meningkat. Selain itu, kemudahan akan mendapat informasi ini menjadikan tingkat pengeluaran lebih rendah.

Teknologi percetakan juga memudahkan siapa saja untuk mengkopi tulisan. Tulisan yang memiliki nilai jual tinggi tentunya menjadi incaran bagi siapapun. Untuk itu dibutuhkan suatu hak cipta yang melindungi pembuiatan setiap tulisan bagi si penulis, sehingga ia tidak perlu khawatir tulisannya dikopi atau dicuri orang lain.

Kemajuan teknologi menjadikan media cetak tidak harus berupa kumpulan kertas yang berisikan tulisan. Jurnalisme media cetak, seperti surat kabar, mencapai puncak masa kejayaannya pada tahun antara 1890-1920. Namun, media cetak mulai bergeser di masyarakat ketika muncul teknologi radio yang memunculkan jurnalisme penyiaran. Hal ini terjadi sekitar tahun 1927. Pada tahun 1950an, televisi turut menghangatkan persaingan antarmedia massa.

Munculnya teknologi internet menjadikan media cetak seperti surat-surat kabar, koran, atau majalah dapat diakses melalui World Wide Web. Justru dengan online internet, berita-berita media cetak menjadi lebih up-to-date dan lebih cepat diterima oleh masyarakat. Selaikan itu, perusahaan-perusahaan surat kabar dapat menjangkau audience lebih luas.

SEJARAH SURAT KABAR DAN MAJALAH

Sebelum ditemukannya mesin pencetak, orang-orang dijaman dahulu kala menyebarkan berita dari mulut ke mulut, surat tertulis, atau papan pengumuman. Kemudian orang-orang mulai memikirkan kebutuhan sebuah laporan berita tertulis. Bangsa Romawi kuno menemukan sistem yang cukup mengesankan dalam menyebarkan berita tertulis tersebut. Sistem itu disebut dengan nama acta diurna (kejadian-kejadian harian), sebuah lembaran berita ditulis tangan yang diterbitkan oleh pemerintah untuk umum dari tahun 59 sebelum masehi sampai setidaknya tahun 555 masehi yang memberitakan tentang politik, skandal, persidangan, kampanye militer, dan eksekusi.

Di China, pada pemerintahan awal mereka telah membuat lembaran berita yang disebut dengan nama tipao, yang diedarkan pada masa kekuasaan dinasti Han. (202 sebelum masehi sampai dengan 220 masehi). Pada suatu waktu di masa kepemimpinan dinasti Tang (tahun 618 sampai dengan 907 masehi) bangsa China memakai blok kayu yang diukir untuk mencetak tipao, dan kemudian dicatat sebagai lembar berita pertama yang dicetak

Di Indonesia, sejarah keberadaan majalah sebagai media massa di Indonesia dimulai menjelang pada awal kemerdekaan Indonesia Awal Kemerdekaan : Soemanang, S.H. yang menerbitkan majalah Revue Indonesia, dalam salah satu edisinya pernah mengemukakan gagasan perlunya koordinasi penerbitan surat kabar yang jumlahnya sudah mencapai ratusan.

Zaman Orde Lama : Seperti halnya nasib surat kabar pada masa orde lama, nasib majalah pun tidak kalah tragisnya di saat peperti mengeluarkan pedoman resmi untuk penerbit surat kabar dan majalah di seluruh Indonesia.

Zaman Orde Baru : awal orde baru (1966) banyak majalah yang cukup beragam jenisnya.
Zaman Reformasi : Tidak diperlukan lagi Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) di zaman reformasi, membuat berbagai pihak menerbitkan majalah baru yang sesuai dengan tuntutan pasar.

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN SURAT KABAR


Secara umum perkembangan prospek industri media cetak semakin cerah tahun ini. Tingkat pertumbuhan media cetak pada 2007 mencapai 31 persen sementara media lain seperti majalah cuma 17 persen dan TV sebesar 12 persen. Angka ini menunjukkan pertumbuhan media cetak yang cukup signifikan. Di Malaysia, bahkan perusahaan media cetak secara agresif mengkampanyekan media cetak sebagai media terbaik untuk periklanan dan pemasaran produk. Survei yang dihimpun SPS menunjukkan perbandingan pertumbuhan media surat kabar 14,3 persen sementara pertumbuhan iklan pada media surat kabar mencapai 31 persen. Meski persentase ini menunjukkan angka yang menggembirakan, penerbit surat kabar harus mempersiapkan diri dengan tantangan jaman seperti bertumbuhannya media elektronik saat ini juga biaya produksi yang naik sebagai imbas kenaikan harga kertas.

Perkembangan media diawali dengan munculnya media cetak. Perkembangan teknologi media cetak berkaitan dengan perkembangan media cetak itu sendiri seperti surat-surat kabar, koran, majalah, dll. Munculnya majalah-majalah bertemakan politik mewarnai perisstiwa Revolusi Amerika saat itu, dan peristiwa-peristiwa penting lainnya yang mempengaruhi sejarah kehidupan masyarakat. Isi dari media cetak memang sejak dulu –hingga kini- banyak dipengaruhi oleh berbagai isu penting mengenai peristiwa yang terjadi. Hal inilah yang memunculkan jurnalisme media cetak. Pada akhirnya, perkembangan media cetak seperti majalah tidak melulu berisikan dunia perpolitikan, namun juga tentang kesenian, kebudayaan, cerita pendek, kesusasteraan, atau artikel-artikel opini. Sebagian dari majalah yang terbit sejak zaman dulu, masih ada yang bertahan hingga kini karena kepercayaan masyarakat atas kualitas isi media.

TREND SURAT KABAR DAN MAJALAH


Harian Suara Merdeka Semarang, adalah koran yang termasuk paling akhir (sampai medio 2007) yang mengadopsi format junior broadsheet, akhir Februari lalu. Sebenarnya masih ada dua harian cukup legendaris yang belum merubah formatnya sampai November 2007. Mereka adalah Harian Analisa dan Sinar Indonesia Baru (SIB) di Medan.


Tahun 2006 juga ditandai dengan kelahiran sejumlah media cetak anyar –harian, mingguan, dan bulanan. Salah satu yang menyedot perhatian penting adalah penerbitan majalah Playboy edisi Indonesia pada bulan April. Adapun di tahun 2007, nyaris tidak ada penerbitan suratkabar harian yang baru. Harian Jurnal Nasional, yang terbit perdana bulan Juni 2006, mencoba menggabungkan format digital dengan cetaknya. Gagasan utama harian ini awalnya adalah menjadi koran digital pertama di Indonesia. Setelah Harian Seputar Indonesia (SINDO)


TECNOLOGY TREN DALAM BUKU DAN MAJALAH


Sebelumnya kita menceritakan asal kertas dan percetakan di Asia dan asal-usul pencetakan modern dengan Gutenberg pada tahun 1455 (Carter, 1991). Selama 500 tahun, sebagian besar di Publising improevment berkisar tecnilogy lebih cepat mencari cara-cara untuk menekan tinta di atas kertas, walaupun kemajuan yang lambat untuk diseluruh 400 tahun. Rotary pertama tekan, invinted di 18.446, digunakan tipe cylinderders berputar untuk mencetak di kedua sisi besar, gulungan countinous te kertas pada waktu yang sama, bukannya di Singel lembar, pada saat satu sisi. Pada akhir abad ini, seorang Singel tekan bisa mencetak puluhan ribu-lipat increas dari awal 1880-an.

1. Mengembangkan radio

Secara keseluruhan, oleh beberapa faktor telah 1927 medan solidi model yang commersial mengikuti radio di Amerika.

  • Nasional telah mengembangkan jaringan commercisl
  • Radio (1927) telah mengurangi frekuensi radio saling tumpang tindih dan gangguan.
  • Undang-undang telah ditetapkan lisensi untuk frekuensi, membiarkan pendengar tahu stasiun exacly saluran yang ada di.
  • Stasiun telah mengembangkan kemampuan teknis untuk menyampaikan yang jelas, sinyal kuat.
  • Periklanan menjadi dominan membayar mean radio
  • Sebuah massa kritis rumah tangga dengan radio telah cerated dan penonton attaracive untuk pengiklan.
  • Pengiklan telah menjadi tertarik untuk menjangkau massa critikal ini throughnetwork dan stastions lokal.

BUKU DAN MAJALAH TIME LINE

105 Lap kertas berbasis di temukan di Cina

1000 Jenis tanah liat dapat dipindah-pindahkan di Cina

1234 Jenis logam dapat dipindah-pindahkan di temikan di Korea

1455 Guttenberg Alkitab

1602 Perpustakaan pinjaman modern pertama, oleh Bodley

1640 Buku pertama yang diterbitkan di koloni-koloni Amerika

1731 Majalah Pertama

Penerbitan Perubahan dengan internet

  • Digital, berarti membuat sebuah gambar atau teks yang dapat dibaca komputer, seperti dengan scanner.
  • Desktop publishing adalah komposisi, tata letak, dan kadang-kadang pencetakan bahan menggunakan komputer pribadi.
  • Penerbitan Custem merujuk pada versi disesuaikan menciptakan cetakan surat kabar, majalah, atau buku untuk audiens tertentu.
  • Electronic commerce adalah kemampuan untuk menawarkan barang, advertaising, dan lengkap pembelian on-line.

PERKEMBANGAN MEDIA CETAK DI DUNIA ISLAM

Pertama membawa berita publikasi berkala yang ditulis oleh dan untuk orang-orang Arab adalah Jurnal al-Irak, yang mulai muncul di Baghdad dalam bahasa Arab dan Turki pada tahun 1816. Kedua mulai menerbitkan surat kabar Arab di Kairo pada 1820-an, dan ini diikuti oleh surat kabar di Aljazair pada 1847, Beirut pada tahun 1858, Tunis, Damaskus, dan Tripoli Libya pada 1860-an, Sanoa yang pada tahun 1879, Libanon dan Mesir telah memimpin pusat media cetak, penerbitan surat kabar penting lebih awal daripada kebanyakan negara-negara Arab, mereka terus memegang posisi terkemuka dalam jurnalisme ke abad kedua puluh satu. Casablanca pada tahun 1889, dan di Mekah pada tahun 1908.

Libanon dan Mesir telah memimpin pusat media cetak, penerbitan surat kabar penting lebih awal daripada kebanyakan negara-negara Arab, mereka terus memegang posisi terkemuka dalam jurnalisme ke abad kedua puluh satu. Pertama muncul surat kabar harian Arab di Beirut pada tahun 1873, dan al-Ahram, yang masih muncul sebagai harian terkemuka, dimulai di Mesir pada tahun 1875. By the twenty-first century only Egypt had dailies with circulations over half a million copies. Pada abad dua puluh satu hanya Mesir telah harian dengan sirkulasi lebih dari setengah juta eksemplar. Dua terkemuka "nasional" harian, Al-Ahram dan al-Akhbar, masing-masing menyalurkan lebih dari tujuh ratus ribu, dan al-Jumhuriyya dijual sekitar empat ratus ribu eksemplar.

Di antara negara-negara Arab yang lebih kecil di Teluk Persia, Arab Saudi memiliki tradisi koran tertua, dan beberapa surat kabar terkemuka tradisi yang relatif lama. Di wilayah Barat Arab Saudi, seperti surat kabar sebagai al-Bildd dan alMadina sedang berkembang sejak tahun 1930-an, dan harian Ukaz dan al-Nadwa telah muncul di sana tahun 1960-an. Pada awal 1960-an, Al-Jazira dan al-Riyadh harian dimulai di Riyadh, dan dimulai pada Yawm al Dammam; sebagai tahun 2003, semua tujuh surat kabar ini masih ada. Di Yaman, pemerintah di selatan dan utara telah menerbitkan surat kabar sejak tahun 1960-an, tetapi mereka sirkulasi terbatas dan umumnya berkualitas rendah.

KESIMPULAN DAN PENUTUP


Perkembangan media diawali dengan munculnya media cetak. Inovasi teknologi media memunculkan persaingan yang mengakibatkan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi.

Jurnalisme media cetak, seperti surat kabar, mencapai puncak masa kejayaannya pada tahun antara 1890-1920. Namun, media cetak mulai bergeser di masyarakat ketika muncul teknologi radio yang memunculkan jurnalisme penyiaran terjadi sekitar tahun 1927.

Sebagai salah satu media massa yang modern, majalah sekarang lebih fokus pada audience yang telah tersegmentasi menurut kepentingan atau interest masing-masing, misalkan majalah olahraga, majalah remaja, majalah khusus wanita, majalah otomotif, majalah bisnis-ekonomi, dsb. Di Indonesia, sejarah keberadaan majalah sebagai media massa di Indonesia dimulai menjelang dan pada awal kemerdekaan Indonesia



Daftar Pustaka

Straubhaar, Joseph, Robert LaRose, Media Now, Communications Media in the Information Age, Wadsworth Group, United States of America: 2002.

google.com (Kuliah Penutup Perkembangan Teknologi Komunikasioleh Prof. M. Alwi Dahlan, PhdRabu, 23 Maret 2007).

angga-artikelumum.blogspot.com

www.wikimu.com

www.answers.com/topic/newspapers-and-print-media-arab-countries

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar